Salah satu instrumen investasi yang populer di kalangan
milenial adalah reksadana. Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun
1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang
dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya
diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam memilih reksadana sebagai instrumen investasi
1. 1. Profil risiko
Secara umum terdapat 3 jenis profil risiko:
konservatif, moderat dan agresif. Adapula yang menggabungkan moderat dengan dua
jenis profil lain sehingga terdapat 5 jenis profil risiko. Namun, meski telah
mengetahui profil risiko, tidak mesti kita mengikutinya 100%. Yang terpenting
adalah kita mengenali risiko dari instrumen investasi yang kita investasikan
dan menyesuaikan tingkat toleransinya terhadap kepribadian kita agar ketika
nilai investasi turun tidak menyebabkan kita panik dan uring-uringan.
Baca juga: Ketahui Hal Ini Sebelum Memulai Investasi
1. 2. Lakukan riset terhadap manajer investasi
Berinvestasi pada reksadana berarti kita menitipkan uang kita untuk dikelola oleh manajer investasi. Pastikan manajer investasi yang kita pilih adalah manajer investasi yang dapat dipercaya, pengelolaannya baik, dan dapat memenuhi tujuan investasi kita. salah satu yang bisa dijadikan tolak ukur adalah CAGR. Compounded annual growth rate (CAGR) adalah tingkat pertumbuhan per tahun selama rentang periode waktu tertentu.
Sebagai manajer investasi yang telah dipercaya puluhan tahun oleh investor, PT Adhitya Sekuritas telah melayani jutaan investor baik di dalam maupun luar negeri. Apakah Anda salah satunya? Apabila Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang dunia investasi Anda bisa menghubungi customer service kami melalui Whatsapp nomer berikut.
1. 3. Expense ratio
Apabila kita melakukan investasi di pasar
modal berupa saham, kita akan mendapati beberapa biaya tambahan selain harga
saham yang dibayarkan. Diantaranya seperti pajak, biaya broker, dan lain
sebagainya. Begitu pun apabila kita menggunakan jasa manajer investasi untuk
mengelola portfolio kita. dalam reksadana, biaya-biaya yang dikeluarkan ini
bisa dilihat dalam expense ratio. Sehingga investor cenderung menyukai
reksadana dari manajer investasi yang memiliki expense ratio paling kecil.
Namun, expense ratio saja tidak cukup untuk menilai kinerja reksadana karena
biaya kecil belum tentu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
No comments:
Post a Comment