Pages

Monday, March 28, 2022

Ketahui Hal Ini Sebelum Memulai Investasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan investor diartikan sebagai penanam uang atau modal. Sehingga dapat diartikan bahwa investor adalah orang yang memiliki uang dan melakukan penanaman modal pada instrumen investasi untuk memperoleh keuntungan.

Terdapat berbagai macam jenis instrumen investasi dengan berbagai karakteristik dan risiko. Diantara instrumen – instrumen investasi yang paling populer adalah emas, saham, properti, reksadana dan deposito. Contohnya emas yang memiliki risiko paling aman karena cukup kuat terhadap inflasi atau saham yang memiliki “high risk high return”

Namun sebelum lebih jauh membahas investasi perlu dillakukan beberapa tahapan awal agar uang yang telah didapatkan susah payah dengan bekerja keras tidak hilang begitu saja akibat kekurangtahuan investor.

1.       Ketahui profil risiko

Profil risiko menunjukkan tingkat toleransi investor terhadap risiko yang mungkin muncul saat melakukan investasi. Profil risiko bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: usia, tingkat pengetahuan terhadap investasi, jumlah aset, jumlah tanggungan, dan sebagainya.

Umumnya, terdapat tiga kategori profil risiko: konservatif, moderat, agresif. Investor konservatif adalah investor dengan profil risiko paling rendah. Tipe investor ini cenderung menempatkan uangnya di instrumen yang relatif aman dengan return investasi yang stabil. Tipe ini juga takut saat nilai pokok investasinya berkurang.


2.   2. Tentukan tujuan investasi

Terdapat berbagai macam alasan orang berinvestasi dibanding dengan menabung biasa di bank. Hal ini disebabkan return yang didapatkan dari investasi berbanding terbalik dengan menyimpan uang yang disimpan di bank yang terpotong oleh biaya admin setiap bulannya. Belum lagi, inflasi yang menyebabkan nilai uang saat ini tidak sama dengan nilai uang dengan nominal yang sama 5 tahun ke depan. Sebagai contoh: masih ingatkah Anda harga semangkuk bakso 10 tahun yang lalu? Berapa harga semangkuk bakso hari ini?

Biasanya, tujuan investasi akan dibagi menjadi dua, yaitu: tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Namun, beberapa orang ada yang menambahkan tujuan jangka menengah. 

3.    3. Jangan menggunakan uang panas

Investasi memang dapat mendatangkan keuntungan. Namun, perlu digaris bawahi bahwa terdapat risiko pada setiap investasi. JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG PANAS dalam berinvestasi. Gunakanlah uang dingin sehingga ketika terjadi penurunan nilai pokok investasi tidak membuat Anda kalang kabut.

4.       Dana darurat

Dana darurat sering disalahartikan sebagai tabungan. Padahal, dana darurat dan tabungan memiliki tujuan yang berbeda. Dana darurat dapat diartikan sebagai uang yang dicadangkan oleh sang pemilik dan digunakan saat keadaan mendesak. 

No comments:

Post a Comment