Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi
merupakan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk
tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan investor diartikan sebagai penanam uang
atau modal. Sehingga dapat diartikan bahwa investor adalah orang yang memiliki
uang dan melakukan penanaman modal pada instrumen investasi untuk memperoleh
keuntungan.
Terdapat berbagai macam jenis instrumen investasi dengan
berbagai karakteristik dan risiko. Diantara instrumen – instrumen investasi
yang paling populer adalah emas, saham, properti, reksadana dan deposito.
Contohnya emas yang memiliki risiko paling aman karena cukup kuat terhadap inflasi
atau saham yang memiliki “high risk high return”
Namun sebelum lebih jauh membahas investasi perlu dillakukan
beberapa tahapan awal agar uang yang telah didapatkan susah payah dengan
bekerja keras tidak hilang begitu saja akibat kekurangtahuan investor.
1. Ketahui profil risiko
Profil risiko menunjukkan tingkat toleransi investor
terhadap risiko yang mungkin muncul saat melakukan investasi. Profil risiko
bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: usia, tingkat pengetahuan
terhadap investasi, jumlah aset, jumlah tanggungan, dan sebagainya.
Umumnya, terdapat tiga kategori profil risiko: konservatif,
moderat, agresif. Investor konservatif adalah investor dengan profil risiko
paling rendah. Tipe investor ini cenderung menempatkan uangnya di instrumen
yang relatif aman dengan return investasi yang stabil. Tipe ini juga takut saat
nilai pokok investasinya berkurang.
2. 2. Tentukan tujuan investasi
Terdapat berbagai macam alasan orang berinvestasi
dibanding dengan menabung biasa di bank. Hal ini disebabkan return yang
didapatkan dari investasi berbanding terbalik dengan menyimpan uang yang
disimpan di bank yang terpotong oleh biaya admin setiap bulannya. Belum lagi,
inflasi yang menyebabkan nilai uang saat ini tidak sama dengan nilai uang
dengan nominal yang sama 5 tahun ke depan. Sebagai contoh: masih ingatkah Anda
harga semangkuk bakso 10 tahun yang lalu? Berapa harga semangkuk bakso hari
ini?
Biasanya, tujuan investasi akan dibagi menjadi dua, yaitu: tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Namun, beberapa orang ada yang menambahkan tujuan jangka menengah.
3. 3. Jangan menggunakan uang panas
Investasi memang dapat mendatangkan keuntungan.
Namun, perlu digaris bawahi bahwa terdapat risiko pada setiap investasi. JANGAN
PERNAH MENGGUNAKAN UANG PANAS dalam berinvestasi. Gunakanlah uang dingin
sehingga ketika terjadi penurunan nilai pokok investasi tidak membuat Anda
kalang kabut.
4. Dana darurat
Dana darurat sering disalahartikan sebagai tabungan. Padahal, dana darurat dan tabungan memiliki tujuan yang berbeda. Dana darurat dapat diartikan sebagai uang yang dicadangkan oleh sang pemilik dan digunakan saat keadaan mendesak.

No comments:
Post a Comment